Apa yang Dimaksud dengan Perikanan: Jenis dan Potensinya

apa yang dimaksud dengan perikanan

TL;DR

Perikanan adalah seluruh kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan, mulai dari penangkapan, budidaya, pengolahan, hingga pemasaran. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi perikanan yang sangat besar, dengan produksi tangkap yang menembus 7,8 juta ton pada 2025. Perikanan dibagi menjadi dua jenis utama: perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

Indonesia punya garis pantai sepanjang lebih dari 99.000 km dan ribuan pulau yang dikelilingi laut. Dengan kondisi geografis seperti ini, wajar kalau perikanan menjadi salah satu sektor paling penting bagi ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Tapi apa yang dimaksud dengan perikanan sebenarnya lebih luas dari sekadar menangkap ikan di laut.

Pengertian Perikanan Menurut Undang-Undang

Menurut UU RI No. 45 Tahun 2009 (perubahan atas UU No. 31 Tahun 2004), perikanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya. Cakupannya luas: mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan, sampai pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan.

Artinya, perikanan bukan hanya soal nelayan yang pergi ke laut. Petani ikan yang memelihara lele di kolam, pengusaha yang mengolah ikan menjadi produk beku, hingga pedagang yang memasarkan hasil tangkapan, semuanya termasuk dalam kegiatan perikanan.

Jenis Perikanan Berdasarkan Kegiatan

Secara garis besar, perikanan di Indonesia dibagi menjadi dua jenis utama berdasarkan cara produksinya.

Perikanan Tangkap

Perikanan tangkap (capture fisheries) adalah kegiatan menangkap ikan yang hidup di perairan bebas, baik laut maupun perairan darat seperti sungai dan danau. Nelayan menggunakan berbagai alat tangkap seperti jaring, pancing, pukat, dan bubu. Di Indonesia, perikanan tangkap laut menyumbang porsi terbesar dari total produksi perikanan nasional.

Data dari KKP menunjukkan bahwa produksi perikanan tangkap Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 7,8 juta ton pada 2025. Angka ini menjadikan Indonesia salah satu produsen ikan tangkap terbesar di dunia, bersaing dengan Tiongkok.

Perikanan Budidaya

Perikanan budidaya (aquaculture) adalah kegiatan memelihara, membiakkan, dan membesarkan ikan atau organisme air lainnya dalam lingkungan yang terkontrol. Berbeda dengan perikanan tangkap yang bergantung pada populasi alami, budidaya memungkinkan produksi yang lebih terencana dan berkelanjutan.

Beberapa jenis budidaya yang umum di Indonesia:

  • Budidaya air tawar: kolam, sawah (mina padi), dan keramba di sungai atau danau. Komoditas populer: lele, nila, patin, gurame.
  • Budidaya air payau: tambak di kawasan pesisir. Komoditas utama: udang vaname, bandeng, kepiting.
  • Budidaya laut: keramba jaring apung (KJA) di laut. Komoditas: kerapu, kakap, rumput laut, kerang mutiara.

Baca juga: SIPAFI Banda Aceh: Sistem Informasi PAFI dan Cara Aksesnya

Jenis Perikanan Berdasarkan Lokasi

Selain berdasarkan kegiatan, perikanan juga bisa diklasifikasikan berdasarkan lokasi penangkapan atau budidayanya.

Perikanan Pantai

Perikanan pantai dilakukan di kawasan laut dangkal, biasanya dalam jarak kurang dari 60 mil dari garis pantai. Ini adalah jenis perikanan yang paling banyak dilakukan oleh nelayan tradisional Indonesia dengan perahu kecil dan alat tangkap sederhana. Hasil tangkapannya beragam, mulai dari ikan tongkol, cakalang, kembung, hingga cumi-cumi.

Perikanan Laut Dalam

Penangkapan ikan di laut lepas atau samudera membutuhkan kapal berukuran besar dengan peralatan modern. Jenis ini biasanya dilakukan oleh perusahaan perikanan besar yang memiliki armada kapal dengan kapasitas ratusan ton. Komoditas utama dari perikanan laut dalam antara lain tuna, cakalang besar, dan tenggiri.

Perikanan Darat

Perikanan darat mencakup semua kegiatan perikanan di perairan tawar: sungai, danau, waduk, dan rawa. Menurut data Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Buleleng, perikanan darat tidak hanya soal menangkap ikan liar, tapi juga termasuk budidaya di kolam dan keramba yang menjadi sumber pendapatan banyak masyarakat pedesaan.

Potensi Perikanan Indonesia

Indonesia memiliki potensi produksi perikanan lestari sekitar 67 juta ton per tahun. Angka ini mencakup perikanan tangkap dan budidaya dari seluruh wilayah perairan Indonesia. Dengan luas laut yang mencapai sekitar 5,8 juta km persegi (hampir tiga kali luas daratannya), potensi ini belum sepenuhnya dimanfaatkan.

Beberapa komoditas perikanan unggulan Indonesia di pasar internasional:

  • Udang: komoditas ekspor perikanan bernilai tertinggi, terutama udang vaname dari tambak.
  • Tuna: Indonesia adalah produsen tuna terbesar kedua di dunia setelah Jepang.
  • Rumput laut: Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar di dunia, terutama jenis Eucheuma cottonii.
  • Kepiting dan rajungan: permintaan ekspor terus meningkat, terutama ke Amerika Serikat.

Tantangan Sektor Perikanan

Meski potensinya besar, sektor perikanan Indonesia menghadapi beberapa tantangan yang tidak bisa diabaikan. Penangkapan berlebihan (overfishing) di beberapa wilayah sudah menyebabkan penurunan stok ikan. Selain itu, pencurian ikan oleh kapal asing (illegal fishing) masih menjadi persoalan serius meskipun pemerintah sudah memperketat pengawasan.

Dari sisi budidaya, tantangan utamanya adalah penyakit ikan yang bisa menyebabkan gagal panen massal, ketergantungan pada pakan impor yang mahal, dan pencemaran lingkungan perairan. Nelayan kecil juga masih menghadapi keterbatasan akses terhadap teknologi, modal, dan rantai distribusi yang efisien.

Apa yang dimaksud dengan perikanan ternyata mencakup rangkaian kegiatan yang sangat luas, dari menangkap ikan di laut hingga membudidayakan udang di tambak dan memasarkan produk olahan ke mancanegara. Bagi Indonesia yang dianugerahi wilayah perairan sangat luas, sektor ini bukan sekadar sumber pangan, tapi juga penopang ekonomi jutaan keluarga nelayan dan pembudidaya di seluruh nusantara.

FAQ

Apa perbedaan perikanan tangkap dan perikanan budidaya?

Perikanan tangkap menangkap ikan dari perairan bebas (laut, sungai, danau) tanpa proses pemeliharaan. Perikanan budidaya memelihara dan membesarkan ikan dalam lingkungan terkontrol seperti kolam, tambak, atau keramba jaring apung.

Berapa produksi perikanan Indonesia per tahun?

Produksi perikanan tangkap Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 7,8 juta ton pada 2025. Jika digabung dengan perikanan budidaya, total produksinya jauh lebih besar. Potensi lestari perikanan Indonesia diperkirakan mencapai 67 juta ton per tahun.

Apa saja komoditas perikanan unggulan Indonesia?

Komoditas unggulan meliputi udang (terutama vaname), tuna, rumput laut, kepiting, rajungan, dan berbagai ikan budidaya air tawar seperti lele dan nila. Udang merupakan komoditas ekspor perikanan bernilai tertinggi.

Apa tantangan utama sektor perikanan di Indonesia?

Tantangan utama meliputi penangkapan berlebihan di beberapa wilayah, pencurian ikan oleh kapal asing, penyakit pada ikan budidaya, ketergantungan pada pakan impor, dan keterbatasan akses nelayan kecil terhadap teknologi serta modal.

Scroll to Top